Anak pada masa remaja memang sangat suka pergi jalan-jalan ke mall dan bermain.Tapi sadarkah mereka bahwa ibu mereka mereka sangat khawatir menunggu mereka pulang ke rumah?
Ada satu cerita yang mungkin akan membuka hati serta pikiran para remaja atau siapapun yang membaca cerita ini.
Ibu,ibu adalah sosok bidadari pertama yang kita temui di dunia,di balik diamnya,ibu menyimpan ribuan kata yang ingin di ungkapkan namun tak bisa di ucapkan dan di balik marahnya ibu pasti terbelit beribu keinginan bahwa "Anakku harus menjadi anak yang baik"
Ketika itu di suatu hari ibu menyadari mengapa tingkah laku anaknya tiba-tiba saja berubah ,sekarang anak itu mulai suka pulang malam dan lebih banyak bermain gadget.ibu itu sering menasehati anaknya dengan berkata "Nak ayo sholat!,setelah itu ayo belajar,jangan main gadget terus menerus!".Namun kata-kata itu seringkali di abaikan.
Siang itu,si anak meminta izin kepafa ibunya dengan nada yang sedikit kasar,ia ingin pergi les ujarnya.ibu nya dengan sabar mengizinkan sang anak.tapi nyatamya anak itu pergi ke mall.Betapa sakitnya hati ibu jika tau ia di bohongi oleh anak yang selama ini ia berikan kasih sayang.
Sampai pada suatu ketika ibu itu memergoki analnya sedang berduaan alias pacaran dengan laki-laki.betapa sakitnya hati sang ibu melihat sang anak sedang melakukan dosa besar atau maksiat,ibu itu menangis,menangis,dan terus menangis...
Dan di hati sang ibu terus bertanya tanya "mengapa kepercayaan yang telah ia berikan kepada anaknya di sia-siakan begitu saja?"
Ibunya marah tapi sang anak malah berbalik marah kepada ibunya.dan sore harinya sang ibu mendapat telpon dari guru lesnya dan guru les itu menanyakan mengapa sang anak jarang masuk les,kemudian sang ibu pun langsung pergi untuk mencari anaknya dan akhirnya sang ibu bertemu sang anak di cafe dan lagi-lagi sang anak malah berduaan.ibu itu lagi-lagi menangis di hadapan anaknya tetapi tangisan itu tak di pedulikan oleh sang anak.
Tak sadarkah kalian betapa sakitnya hati sang ibu jika kalian melakukan perbuatan maksiat?
Tak sadarkah kalian berduaan dengan lawan jenis akan menjerumuskan kalian dalam dosa besar?
Renungkanlah bahwa cerita sang anak di atas sangat keterlaluan.Bayangkan jika kalian yamg menjadi sang ibu?
Oleh karena itu janganlah sekali kali kalian membohongi orang tua terlebih ibu yang trlah menyayangi serta merawat kalian dari kecil hingga besar.
Janganlah bermain si merah jambu alis cinta karena belum tentu cinta itu tulus.percayalah...
Setiap manusia sudah memiliki jodoh alias pasangannya masing-masing dan tidak akan tertukar.
Taatilah perintah orang tua karena insyaallah akan membuat orang tua bahagia.
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari cerita di atas,mohon maaf jika ada yang tersinggung karena cerita ini di buat bukan untuk menyinggung siapapun melainkan hanya ingin memberikan motivasi agar kita bisa lebih memamfaatkan kepercayaan dari orang tua.
About
My name sri mahmeta, commonly called sri, this is my first blog so forgive if postings have many shortcomings.
thank you
Kamis, 29 September 2016
Rabu, 28 September 2016
Cemburunya Bidadari Surga terhadap Wanita Solehah
Cemburunya
Bidadari Surga terhadap Wanita Solehah
Betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah. Bagaimana
bisa? Bukankah bidadari terlalu istimewa bahkan untuk disejajarkan dengan
wanita dunia? Jawabannya adalah tentu saja bisa! Bidadari surga yang kabarnya
memiliki mata jeli, berkulit lembut, berwajah cantik, memiliki rambut yang
berkilau sangat indah, suci laksana mutiara indah yang belum pernah tersentuh
tangan manusia, dan memiliki perangai akhlak yang baik, bisa terkalahkan oleh
wanita dunia. Wanita dunia? Hanya wanita dunia?
Tidak!
Wanita dunia yang tidak sekadar wanita biasa. Akan tetapi, wanita dunia yang solehah.
Wanita yang memiliki kualitas ibadah sangat baik, wanita solehah yang
setiap kali disebut nama Allah selalu bergetar hatinya, wanita solehah
yang selalu tunduk dan taat pada perintah orang tua dan suaminya, wanita solehah
yang kehadirannya mampu menghadirkan banyak kebaikan disekelilingnya, dan
wanita solehah yang selalu menjaga dirinya dengan salat dan puasa. Ya,
itulah wanita solehah yang meskipun seringkali tidak terkenal di bumi
namun namanya sangat terkenal oleh penduduk langit. Inilah yang membuat betapa
cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah.
Wanita
Dunia Lebih Baik daripada Bidadari, Ini Sebabnya!
Suatu ketika
Ummu Salamah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai mana yang
lebih utama antara wanita dunia dengan bidadari surga, inilah jawaban
Rasulullah, “Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di
surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?” Rasulullah saw. lalu
menerangkan bahwa perempuan dunia ketika di surga akan sangat lebih utama dari
bidadari surga karena salat, puasa, dan ibadah yang dilakukannya.
Kabar ini
tentu saja membuat setiap wanita menjadi senang dan lebih ingin memperbaiki
dirinya agar bisa membuat para bidadari cemburu karena kesolehahannya.
Namun, bagaimana sebenarnya keadaan bidadari surga itu ya? Apakah mereka
benar-benar akan cemburu pada wanita solehah? Berikut ini terdapat
dialog panjang antara Ummu Salamah dengan Rasulullah mengenai keadaan bidadari
surga yang sesungguhnya dan betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah.
Dari Imam
Thabrani meriwayatkan sebuah hadis dari Ummu Salamah, bahwa Ummu Salamah
berkata, “Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah tentang
bidadari-bidadari yang bermata jeli…” Beliau menjawab, “Bidadari
yang kulitnya begitu bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak
sayap burung Nasar.”
Ummu Salamah
berkata lagi, ”Jelaskan padaku ya Rasulullah, tentang firman-Nya,
‘Laksana mutiara yang tersimpan baik…’” Beliau menjawab, “Kebeningannya
seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan
manusia.”
Aku bertanya,
“Ya Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah, ‘Di dalam surga
itu terdapat bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik,’” Beliau menjawab,
”Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”
Aku bertanya
lagi, “Jelaskan padaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah
telur (burung unta) yang tersimpan baik ….’” Beliau menjawab, “Kelembutannya
seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari bagian
luarnya, atau yang biasa disebut putih telur.”
Aku bertanya
lagi, “Ya Rasulullah jelaskan padaku firman Allah, ‘Penuh cinta
lagi sebaya umurnya ….’” Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita
yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban.
Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan
mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan
umurnya sebaya.”
Aku bertanya,
“Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari
bermata jeli?” Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama
daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang
tidak terlihat.”
Aku bertanya,
“Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?” Beliau
menjawab, “Karena salat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah
meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya
putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya
mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan
tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu
mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah
bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami
memilikinya.’”
Aku berkata,
“Ya Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan
dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan
merekapun masuk surga. Siapakah diantara laki-laki itu yang menjadi suaminya di
surga?” Beliau menjawab,” Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu
dia pun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaknya. Lalu dia
berkata, “Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup
bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya ….”
“…Wahai Ummu
Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan
akhirat.” (H.R. Ath Thabrani).
http://abiummi.com/cemburunya-bidadari-surga-terhadap-wanita-solehah/
Kamis, 22 September 2016
Sinopsis Film 5 cm
Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji)
adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan sepuluh tahun
lamanya. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Zafran yang puitis,
sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat
untuk menjadi orang terkenal. Riani yang merupakan gadis cerdas,
cerewet, dan mempunyai ambisi untuk cita-citanya. Genta, pria yang tidak
senang mementingkan dirinya sendiri sehingga memiliki jiwa pemimpin dan
mampu membuat orang lain nyaman di sekitarnya. Arial, pria termacho di
antara pemain lainnya, hobi berolah raga, paling taat aturan, namun
paling canggung kenalan dengan wanita. Ian, dia memiliki badan yang
paling subur dibandingkan teman-temannya, penggemar indomie dan bola,
paling telat wisuda. Ada pula Dinda (Pevita Pearce)
yang merupakan adik dari Arial, seorang mahasiswi cantik yang
sebenarnya dicintai Zafran. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh”
dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk
berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan
lamanya.

Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa yaitu di puncak Mahameru pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini.
Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.
sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/5_cm_(film)

Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlima pun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa yaitu di puncak Mahameru pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang mencintai negeri ini.
Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.
sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/5_cm_(film)
Sinopsis Film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea (2016)
Film Drama "Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea" menceritakan tentang wanita hijabers bernama Rania yang berpetualang ke Korea Selatan dalam rangka belajar. Di sana Rania mengalami banyak rintangan, dari mulai masalah keuangan hingga penyakit yang diidapnya
Dalam masa sulit itu Rania bertemu pemuda Korea bernama Hyun Gen. Hyun
Geun meruakan seorang pemuda korea yang memiliki sifat cuek nan
karismatik, Hyun Geun ditemani oleh sahabatnya bernama Agung berhasil
memaksa Rania untuk memandu mereka kekawah Ijen. Tak lama cowok lain
hadir didepan pintu kamarnya.
Ilhan Gandari yang sudah dikenal Rania cukup lama, Cowok tampan yang lembut dan baik hati tersebut datang untuk menjemput Rania pulangkarena ayahnya telah meninggal dunia, Rania terpukul dan sedih.
Ilhan Gandari yang sudah dikenal Rania cukup lama, Cowok tampan yang lembut dan baik hati tersebut datang untuk menjemput Rania pulangkarena ayahnya telah meninggal dunia, Rania terpukul dan sedih.
CERITA TENTANG PERJUANGAN SEORANG IBU.
Siang dengan panasnya terik matahari tak mampu mencegah Ibu tua itu untuk tetap bekerja. Dia terus bekerja tanpa menghiraukan panas teriknya matahari siang demi mendapatkan nafkah. Dari jauh terlihat sosok wanita tua renta sedang membersihkan kandang domba milik tetangga sebelah. Setelah suaminya meninggal dunia dialah yang harus bekerja setiap hari mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Meskipun sudah hampir berusia tujuh puluh tahun namun semangat Ibu itu tak pernah padam.
Ya, dialah Ibu Yasmin. Ibu Yasmin tinggal di sebuah desa terpencil. Ibu Yasmin memiliki dua orang anak yang cantik jelita. Seorang anaknya bekerja di sebuah perusahaan ternama di kotaku. Sekalipun demikian dia tak pernah memberikan seperser pun hasil kerjanya kepada adik dan Ibunya. Gadis itu bernama Anti. Berbeda dengan adiknya yang kira-kira berumur tujuh belas tahun. Setiap hari dia membantu sang Ibu untuk melakukan perkerjaan yang bisa dikerjakannya dan tentunya menghasilkan upah untuk mencukupi biaya makan mereka sehari-hari.
Dia sayang terhadap Ibunya sehingga kemana pun Ibunya pergi ia pasti mengikutinya. Mengingat usia Ibunya yang sudah tidak muda lagi dia tidak membiarkan Ibunya pergi sendirian untuk melakukan pekerjaan apapun. Tina adalah sosok gadis yang cantik jelita. Selain parasnya yang sangat ayu dia juga memiliki watak yang baik. Banyak pemuda yang terpaut akan kecantikannya, namun Tina tidak merespon salah satu pun dari mereka.
—
Tina berlari-lari bagaikan kijang mas. Rambutnya diekor kuda. Tasnya berayun-ayun. Lucu dan manis. Tina memang lucu dan manis. Tubuhnya yang ramping berisi, begitu lincah jika dipandang.
“Tina!!!” Sebuah teriakan menggema dari arah belakang dapur rumah mereka. Kepalanya menoleh ke arah belakang hendak mencari asal suara yang memanggilnya. Tak terlihat siapa-siapa. Tapi baru saja Anti mau melangkah lagi, teriakan kembali menggema.
“Tina!!!” Suaranya mirip Anti sang Kakak Tina. Tina melangkah lagi dan teriakan itu kembali menggema.
“Tina!!!”
“Tina!!!” Sebuah teriakan menggema dari arah belakang dapur rumah mereka. Kepalanya menoleh ke arah belakang hendak mencari asal suara yang memanggilnya. Tak terlihat siapa-siapa. Tapi baru saja Anti mau melangkah lagi, teriakan kembali menggema.
“Tina!!!” Suaranya mirip Anti sang Kakak Tina. Tina melangkah lagi dan teriakan itu kembali menggema.
“Tina!!!”
Tina semakin penasaran. Ia menoleh lagi. Matanya yang hening meneliti dengan seksama. Tiba-tiba dari bilik kamar, menyembul wajah wanita yang dikenalnya. “Ternyata benar dugaanku” bisik hati Tina. Dengan perasaan takut Tina mendekati Kakaknya.
“hendak kemana kamu?” bukankah hari ini hari minggu? Tuh ada baju kotor di kamar sebaskom, cuciin. Jangan tahunya keluyuran mulu.”
Tina yang tadinya punya rencana untuk mencari uang tambahan nggak jadi ke luar. Dia takut membantah perintah Kakaknya.
“hendak kemana kamu?” bukankah hari ini hari minggu? Tuh ada baju kotor di kamar sebaskom, cuciin. Jangan tahunya keluyuran mulu.”
Tina yang tadinya punya rencana untuk mencari uang tambahan nggak jadi ke luar. Dia takut membantah perintah Kakaknya.
Tina selalu ingat akan pesan Ayahnya yang telah pergi. Ketika sedang bersedih, Tina ingat Ayahnya. Dulu ketika Ayahnya masih hidup dia selalu dimanja. Bahkan ketika si Anti memarahinya dia akan dibela oleh sang Ayah. Hal inilah yang membuat Tina selalu rindu dimanja oleh Ayah. Meski hari itu dia gagal membantu Ibunya untuk mencari uang tambahan namun dia tetap saja tak mau menyerah dalam usahamya. Hari ini adalah untuk yang kedua kalinya ia bekerja di ladang pak Toni. Pak Toni adalah tetangga mereka yang berbaik hati memberikan ladangnya untuk mereka tempati mencari kehidupan. Dengan penghasilan itulah dia bisa membantu Ibunya untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
Hari itu Anti berangkat ke kantornya setelah menyuruh adiknya untuk mencuci pakaian yang telah menumpuk. Namun adiknya mengingatkannya untuk pamitan terlebih dahulu kepada Ibunya sebelum berangkat kerja. Anti malah acuh tak acuh meninggalkan adiknya yang tengah mencuci pakaian.
“Ibu kan lagi kerja di sana, ngapain diganggu. Pamit tidak pamit sama saja.” Sahut Anti.
“Kakak kan bisa temuin Ibu sebentar. Tak ada salahnya jika Kakak berpamitan kepada Ibu.”
“nggak usah ngatur Kakak. Aku itu lebih tahu dibanding kamu.”
“aku tahu Kakak lebih pandai dibanding aku, Kakak lebih tahu dibanding aku. Tapi wajar jika aku menasihati Kakak.” Bisik Tina dalam hatinya.
“Ibu kan lagi kerja di sana, ngapain diganggu. Pamit tidak pamit sama saja.” Sahut Anti.
“Kakak kan bisa temuin Ibu sebentar. Tak ada salahnya jika Kakak berpamitan kepada Ibu.”
“nggak usah ngatur Kakak. Aku itu lebih tahu dibanding kamu.”
“aku tahu Kakak lebih pandai dibanding aku, Kakak lebih tahu dibanding aku. Tapi wajar jika aku menasihati Kakak.” Bisik Tina dalam hatinya.
Tak berapa lama kemudian sang Ibu pulang dengan membawa makanan untuk makan malam mereka. Tina sangat senang karena hari itu Tina bisa makan bersama sang Ibu meskipun hanya dengan lauk alakadarnya.
“makan yang banyak ya nak, maaf Ibu hanya bisa memberikan kalian makanan seperti ini”
“alah.. emang Ibu nggak pernah bisa berikan yang terbaik buat kami. Ibu hanya bisa memberikan makanan itu-itu saja. Saya bosan dengan makanan ini.”
“tolong Kakak hargain hasil kerja Ibu. Makanan ini sudah lebih dari cukup. Harusnya Kakak bersyukur masih ada yang mau mencari makanan untuk kita.”
“sudah makanannya dihabiskan. Nanti Ibu cari uang lebih banyak lagi untuk membeli makanan yang lebih enak.
“aku turut membantu ya bu. Aku mau Ibu jangan terlalu lelah. Seharusnya kami yang menggantikan Ibu untuk bekerja. Mencari nafkah terlalu sulit untuk Ibu kerjakan. Ibu sudah tua.”
“terima kasih nak sudah mau membantu Ibu”.
“Ibu sudah makan?”
“iya nak”
“makan yang banyak ya nak, maaf Ibu hanya bisa memberikan kalian makanan seperti ini”
“alah.. emang Ibu nggak pernah bisa berikan yang terbaik buat kami. Ibu hanya bisa memberikan makanan itu-itu saja. Saya bosan dengan makanan ini.”
“tolong Kakak hargain hasil kerja Ibu. Makanan ini sudah lebih dari cukup. Harusnya Kakak bersyukur masih ada yang mau mencari makanan untuk kita.”
“sudah makanannya dihabiskan. Nanti Ibu cari uang lebih banyak lagi untuk membeli makanan yang lebih enak.
“aku turut membantu ya bu. Aku mau Ibu jangan terlalu lelah. Seharusnya kami yang menggantikan Ibu untuk bekerja. Mencari nafkah terlalu sulit untuk Ibu kerjakan. Ibu sudah tua.”
“terima kasih nak sudah mau membantu Ibu”.
“Ibu sudah makan?”
“iya nak”
Hari berganti hari kondisi sang Ibu pun semakin lemah. Tapi dia tetap bersikeras untuk bekerja. Sehingga suatu saat Ibu sakit.
“Ibu istirahat saja di rumah nanti Tina yang cari uang” ucap Tina.
“Nggak usah nak Ibu masih kuat kok. Kak Anti mana? sudah pulang kerja? kalian sudah makan?
“Ibu tidak usah khawatir. Sekarang Ibu istirahat saja”
“alasan aja tuh sakit, kerja aja terus cari uang nggak usah pura–pura sakit.”
“Ya ampun kak, Ibu itu lagi sakit. Tidak mungkin dia berbohong. Tidak ada untungnya Ibu membohongi kita. Kakak tidak lihat apa wajah Ibu pucat.
“Ibu istirahat saja di rumah nanti Tina yang cari uang” ucap Tina.
“Nggak usah nak Ibu masih kuat kok. Kak Anti mana? sudah pulang kerja? kalian sudah makan?
“Ibu tidak usah khawatir. Sekarang Ibu istirahat saja”
“alasan aja tuh sakit, kerja aja terus cari uang nggak usah pura–pura sakit.”
“Ya ampun kak, Ibu itu lagi sakit. Tidak mungkin dia berbohong. Tidak ada untungnya Ibu membohongi kita. Kakak tidak lihat apa wajah Ibu pucat.
Anti berlalu dari hadapan mereka. Setelah merampas upah hasil kerja mereka. Beginilah sikap Anti terhadap adik dan Ibunya. Setiap hari setelah pulang kerja Anti mengambil upah yang telah mereka dapatkan. Padahal mereka sudah menyiapkan itu untuk membeli kebutuhan mereka setiap hari di dapur. Sikap Anti membuat Ibunya menangis. Setiap hari sang Ibu selalu berdoa agar diberikan petunjuk untuk menghadapi anaknya yang sangat angkuh itu. Tak terasa ternyata air mata Ibu Yasmin menetes. Dia menangis terisak mengingat sikap putrinya terhadapnya. Andai saja Tina tidak menemaninya mungkin dia akan sangat sedih.
“Ibu kenapa? maafin sikap kak Anti ya bu. Tina janji akan selalu ada menemani Ibu di sini. Ibu jangan sedih lagi. Ada Tina di sini. Tina sayang Ibu.” ucap Tina.
“Ibu kenapa? maafin sikap kak Anti ya bu. Tina janji akan selalu ada menemani Ibu di sini. Ibu jangan sedih lagi. Ada Tina di sini. Tina sayang Ibu.” ucap Tina.
Anti tidak pernah mempedulikan perasaan sang Ibu. Seakan–akan tidak mempunyai seorang Ibu. Pagi itu seakan tidak bersahabat, cuaca mendung. Anti yang sementara mencicipi makanannya terlihat buru–buru. Jarum jam menunjukkan angka 1. Itu tandanya Anti harus lebih mempercepat kegiatannya pagi itu. Belum sempat dia berangkat meninggalkan rumah tiba–tiba dia kembali lagi. Ternyata dia lupa membawa berkas–berkas yang telah dikerjakan dan disediakannya semalam. Dengan suara keras sambil berteriak memanggil Ibunya.
“Ibu! Ibu!” dengan nada kesal. “Mana sih Ibu.” Dia kembali memanggil Ibunya dengan suara yang lebih keras lagi.
“Ibu!! Ibu!!”
“Ibu! Ibu!” dengan nada kesal. “Mana sih Ibu.” Dia kembali memanggil Ibunya dengan suara yang lebih keras lagi.
“Ibu!! Ibu!!”
Seketika ke luarlah Ibu Yasmin dari dalam rumah.”ada apa nak? belum berangkat kerja?” ucap Ibunya.
“gimana sih Ibu ini. Dari tadi aku teriak–teriak manggil nggak nyahut juga. Ada berkas di mejaku tolong Ibu ambil. Cepatan Anti lagi buru–buru nanti nggak dapat angkot.”
“Ini nak, berkasnya. Hati–hati di jalan ya nak!!!
“Masih banyak bawel lagi sini berkas ku.” merampas berkas dari tangan sang Ibu lalu beranjak pergi.
“gimana sih Ibu ini. Dari tadi aku teriak–teriak manggil nggak nyahut juga. Ada berkas di mejaku tolong Ibu ambil. Cepatan Anti lagi buru–buru nanti nggak dapat angkot.”
“Ini nak, berkasnya. Hati–hati di jalan ya nak!!!
“Masih banyak bawel lagi sini berkas ku.” merampas berkas dari tangan sang Ibu lalu beranjak pergi.
Pak Toni yang melihat dan mendengar semuanya merasa sangat kasihan. Dia tidak pernah membayangkan akan nasib Ibu Yasmin. Beruntunglah Ibu Yasmin masih memiliki seorang anak yang baik hati yang senantiasa menemaninya. Tina yang bekerja di ladang pak Toni tak pernah merasa lelah mengerjakan tugasnya. Dia membantu Ibunya mengerjakan pekerjaan di ladang pak Toni. Kadang–kadang pak Toni membiarkan mereka mengambil ranting–ranting kayu yang ada di kebun milik pak Toni itu. Bahkan kadang–kadang pula dia memberikan upah tambahan untuk mereka karena telah membantu.
Tina pulang ke rumah dengan wajah yang berseri–seri. Dia membawa buah pisang dari kebun pak Toni yang diberikan setelah kerja tadi.
“Selamat sore Ibu. Ibu sendiri di rumah?”
“Sore anakku. Iya”
“Kak Tina ke mana, bu?”
“Kak Tina berangkat kerja”
“Ini Ibu, aku bawa buah dari rumahnya pak Toni. Tadi dia memberikanku buah ini. Dimakan ya Ibu”
“Iya nak”
“Aku pulang, bukain pintu Tin. Berat nih”
“Sebentar kak.” Ucap Tina dari dalam rumah.
“Aku terima gaji dan beli beberapa lembar baju untuk kalian. Aku malu melihat kalian memakai baju compang–camping. Seperti orang gila saja.”
Dengan nada agak congkak Anti berlalu menuju kamarnya sambil bersiul-siul.
Apa yang dikatakan Anti benar. Selama ini Tina dan Ibunya hanya menggunakan baju compang-camping sementara Anti memakai baju yang terbilang cukup mahal. Ibunya yang mendengar perkataan Anti tadi merasa sedih. Tak ada senyuman yang tersungging dari bibirnya. Seperti dia merasa tersinggung dengan perkataan anaknya. Tina tidak dapat berkata apa-apa. Penghasilannya tidaklah cukup. Tina merasa iba melihat keadaan Ibunya yang selalu tersakiti dengan perkataan Kakaknya. Tina kecewa karena tidak dapat berbuat apa-apa. Dia takut untuk membantah Kakaknya.
Kali ini Anti yang menyiapkan makanan untuk mereka santap di malam hari. Tidak seperti biasanya dia melakukan hal ini. Ada gerangan apa ini.
“Selamat sore Ibu. Ibu sendiri di rumah?”
“Sore anakku. Iya”
“Kak Tina ke mana, bu?”
“Kak Tina berangkat kerja”
“Ini Ibu, aku bawa buah dari rumahnya pak Toni. Tadi dia memberikanku buah ini. Dimakan ya Ibu”
“Iya nak”
“Aku pulang, bukain pintu Tin. Berat nih”
“Sebentar kak.” Ucap Tina dari dalam rumah.
“Aku terima gaji dan beli beberapa lembar baju untuk kalian. Aku malu melihat kalian memakai baju compang–camping. Seperti orang gila saja.”
Dengan nada agak congkak Anti berlalu menuju kamarnya sambil bersiul-siul.
Apa yang dikatakan Anti benar. Selama ini Tina dan Ibunya hanya menggunakan baju compang-camping sementara Anti memakai baju yang terbilang cukup mahal. Ibunya yang mendengar perkataan Anti tadi merasa sedih. Tak ada senyuman yang tersungging dari bibirnya. Seperti dia merasa tersinggung dengan perkataan anaknya. Tina tidak dapat berkata apa-apa. Penghasilannya tidaklah cukup. Tina merasa iba melihat keadaan Ibunya yang selalu tersakiti dengan perkataan Kakaknya. Tina kecewa karena tidak dapat berbuat apa-apa. Dia takut untuk membantah Kakaknya.
Kali ini Anti yang menyiapkan makanan untuk mereka santap di malam hari. Tidak seperti biasanya dia melakukan hal ini. Ada gerangan apa ini.
Tina yang sedari tadi melihat kakaknya dari bilik kamar merasakan ada sesuatu yang aneh. Namun dia tak berani mengganggu kakaknya yang sedang menyiapkan makan malam mereka. Dengan segera dia menghampiri Ibunya dan menceritakan apa yang telah terjadi.Ibunya hanya tersenyum mendengar penuturan anaknya. Dalam hati dia berkata, mungkin ini adalah pertanda baik dari yang maha kuasa. Aku yakin Tuhan tidak pernah tertidur dan tidak akan pernah meninggalkan umatnya yang sedang mengalami kesusahan. Mungkin dengan cara inilah Tuhan menunjukkan kasihinya dan bantuannya serta cara menjawab doa-doa ku yang selama ini selalu ku panjatkan.
Seusai menyiapkan makan malam itu, Anti beranjak menuju kamarnya. Kelihatannya dia sangat lelah. Mungkin di tempat kerjanya tadi terlalu banyak kerjaan sehingga seperti itu. Ibu Yasmin masuk ke dalam kamar melihat anaknya yang sedang tertidur. Sebenarnya Ibu Yasmin hendak membangunkannya tapi dia merasa tidak tega melihatnya. Akhirnya Ibu Yasmin kembali ke ruang tamu untuk melajutkan kegiatannya yang sempat tertunda karena anaknya. Semenjak Ibu Yasmin sakit-sakitan Tina lah yang menjadi tulang punggung mereka. Kendati demikian Tina tak pantang mundur. Dia tetap bersabar menjalani kehidupannya bersama oran–orang yang dicintainya. Entah sampai kapan perjalanan hidup mereka seperti ini.
Nasib malang menimpa Anti setelah berangkat kerja. Kendaraan yang ditumpanginya melaju dengan sangat cepat sehingga menyebabkan kecelakaan. Hingga saat itu dia tidak sadarkan diri. Tak satu pun penumpang yang selamat kecuali dia. Kepala Anti terbentur sehingga menyebabkan pendarahan di bagian kepalanya. Tempat kecelakaan tersebut jauh dari rumah warga sekitar. Ketika dia meminta berteriak meminta pertolongan tidak ada satu pun yang datang menolongnya. Semakin lama suara itu semakin mengecil hingga akhirnya tak sadarkan diri.
Pada saat yang bersamaan pak Toni hendak pergi ke ladangnya untuk melihat tanaman padinya dan melewati daerah dimana Anti mengalami kecelakaan. Namun dia berhenti sejenak ketika melihat ada sosok wanita yang sepertinya dia kenal. Pak toni mendekati wanita itu yang ternyata putri Ibu Yasmin yang telah lama bekerja di tempatnya. Dia membantu Anti untuk bangun dari tanah dan memapahnya ke pondok terdekat. Dengan segera pak Toni menghubungi warga di dekat desa itu untuk membantunya membawa Anti ke Puskesmas terdekat. Dalam perjalanan pak Toni berpikir apa yang menjadi penyebab sehingga mobil tersebut mengalami kecelakaan dan bagaimana pula hanya wanita itu yang bertahan dan dapat dikatakan selamat dari marabahaya yang menimpanya.
Sepertinya Anti mulai sadarkan diri. Ketika dia terbangun, dia melihat ada beberapa orang di dekatnya. Salah satunya termasuk pak Toni. Dia ingin bangun tetapi suster tidak mengizinkannya. Dia hanya diperbolehkan tidur. Anti yang melihat pak Toni segera bertanya.
“Ada apa ini? Saya ada di mana?”
“Kamu ada di Puskesmas nak. Mobil yang kamu tumpangi tadi mengalami kecelakaan dan kamu berhasil selamat dari marabahaya tersebut.”
“Apakah adik dan Ibuku tahu kejadian ini?”
“Baru saja anak Bapak pergi ke rumahmu untuk memberitahukan perihal kecelakaan ini.”
“Terima kasih Bapak sudah mau menolong saya.”
“Ada apa ini? Saya ada di mana?”
“Kamu ada di Puskesmas nak. Mobil yang kamu tumpangi tadi mengalami kecelakaan dan kamu berhasil selamat dari marabahaya tersebut.”
“Apakah adik dan Ibuku tahu kejadian ini?”
“Baru saja anak Bapak pergi ke rumahmu untuk memberitahukan perihal kecelakaan ini.”
“Terima kasih Bapak sudah mau menolong saya.”
“Itulah kewajiban kita sebagai manusia, kita harus saling membantu orang lain ketika mengalami musibah. Kita hidup di dunia tentunya membutuhkan orang lain.”
“Iya pak. Maafkan saya atas semua kesalahan yang pernah saya perbuat terhadap Bapak baik itu yang saya lakukan dengan sengaja maupun tidak. Saya malu ketika bertemu Bapak. Apalagi setelah Bapak menolong saya. Selama ini saya sudah keterlaluan kepada Bapak. Maukah Bapak memaafkan semua kesalahan saya?”
“Bapak sudah memaafkanmu nak. Beristirahatlah, semoga lekas sembuh. Bapak tinggal sebentar, saya masih punya urusan.”
“Baiklah pak, sekali lagi terima kasih atas bantuannya.”
Orang-orang yang turut mambantu Anti ke luar dari ruangan itu. Tak lupa juga Anti mengucapkan terima kasih kepada mereka.
“Iya pak. Maafkan saya atas semua kesalahan yang pernah saya perbuat terhadap Bapak baik itu yang saya lakukan dengan sengaja maupun tidak. Saya malu ketika bertemu Bapak. Apalagi setelah Bapak menolong saya. Selama ini saya sudah keterlaluan kepada Bapak. Maukah Bapak memaafkan semua kesalahan saya?”
“Bapak sudah memaafkanmu nak. Beristirahatlah, semoga lekas sembuh. Bapak tinggal sebentar, saya masih punya urusan.”
“Baiklah pak, sekali lagi terima kasih atas bantuannya.”
Orang-orang yang turut mambantu Anti ke luar dari ruangan itu. Tak lupa juga Anti mengucapkan terima kasih kepada mereka.
Anti tersedu-sedu menangis dalam kesendiriannya merenungi apa yang telah diperbuatnya selama ini terhadap orang-orang di sekitarnya terlebih kepada Ibu dan adiknya. Selama ini dia tidak pernah menghargai orang lain. Ketika bertemu di jalan pun Anti hanya menunjukkan wajah angkuhnya, tak ada senyum persahabatan dari bibirnya. Hampir semua orang di desanya tidak suka kepadanya. Hanya saja jika bukan demi Ibu Yasmin warga sekitar tak akan membantunya. Ibu Yasmin adalah orang yang baik hati, sekalipun tidak mempunyai apa-apa. Dia selalu membantu orang-orang di sekitarnya semampunya.
Selang beberapa waktu krmudian datanglah orangtua Anti dan saudarinya untuk menjenguknya. Ibunya datang dengan wajah yang berlinangan air mata, begitupun dengan Tina adiknya. Anti terharu dengan kedatangan mereka.
“Masih adakah kasih untukku? Mengapa mereka begitu baik padahal aku sudah berbuat jahat kepada mereka.” bisik Anti dalam hati.
Ibu Yasmin yang tersayang datang menghampiriku dan memelukku erat seraya berkata.
“Nak kamu kenapa? Apa yang telah terjadi kepadamu?”
“Saya tidak apa-apa bu, ini hanya luka biasa saja. Ibu tak perlu mengkhawatirkanku.”
“Bagaimana bisa Ibu tidak khawatir melihatmu terbaring lemah seperti ini. Mengapa bukan Ibu saja yang mengalami ini semua. Ibu tidak berguna bagi kalian. Ibu hanya bisa membuat kalian menderita. Maafkan Ibu nak.”
“Masih adakah kasih untukku? Mengapa mereka begitu baik padahal aku sudah berbuat jahat kepada mereka.” bisik Anti dalam hati.
Ibu Yasmin yang tersayang datang menghampiriku dan memelukku erat seraya berkata.
“Nak kamu kenapa? Apa yang telah terjadi kepadamu?”
“Saya tidak apa-apa bu, ini hanya luka biasa saja. Ibu tak perlu mengkhawatirkanku.”
“Bagaimana bisa Ibu tidak khawatir melihatmu terbaring lemah seperti ini. Mengapa bukan Ibu saja yang mengalami ini semua. Ibu tidak berguna bagi kalian. Ibu hanya bisa membuat kalian menderita. Maafkan Ibu nak.”
Dengan perasaan terharu Anti memeluk Ibunya dengan erat dan semakin erat.
“Ibu aku yang bersalah. Aku yang telah menyusahkan kalian. Semestinya aku yang mencari makan untuk kalian. Aku yang harus memenuhi semua keutuhan itu. Aku menyesal iu. Selama ini aku sudah berlaku semena-mena terhadapmu, tak pernah menghargai Ibu. Masihkah Ibu menganggapku seorang anak? Aku anak durhaka Ibu.”
“Jangan berkata seperti itu nak. Itu tidak pernah membencimu. Semua yang berlalu biarlah berlalu. Ibu akan selalu menyayangi kalian. Ibu sayang kalian berdua. Jangan berlarut-larut dalam kesedihan yang telah terjadi, tengoklah masa depanmu dan jangan ulangi itu lagi. Jadikanlah semua itu sebagai pelajaran yang berharga untuk menatap hari depan.” ucap Ibu Yasmin.
“Ibu aku yang bersalah. Aku yang telah menyusahkan kalian. Semestinya aku yang mencari makan untuk kalian. Aku yang harus memenuhi semua keutuhan itu. Aku menyesal iu. Selama ini aku sudah berlaku semena-mena terhadapmu, tak pernah menghargai Ibu. Masihkah Ibu menganggapku seorang anak? Aku anak durhaka Ibu.”
“Jangan berkata seperti itu nak. Itu tidak pernah membencimu. Semua yang berlalu biarlah berlalu. Ibu akan selalu menyayangi kalian. Ibu sayang kalian berdua. Jangan berlarut-larut dalam kesedihan yang telah terjadi, tengoklah masa depanmu dan jangan ulangi itu lagi. Jadikanlah semua itu sebagai pelajaran yang berharga untuk menatap hari depan.” ucap Ibu Yasmin.
“Kasihmu begitu tulus padaku Ibu. Aku bangga memilikimu. Engkau tidak pernah membalaskan semua kesalahanku. Meskipun aku selalu berlaku kasar terhadapmu engkau masih mau menerimaku dalam hatimu.”
“Kakak nggak usah nangis lagi, kita sayang sama Kakak. Jangan nangis lagi ya, kak.”
“Terima kasih Tina. Kakak juga saying adek.” Balas Anti
“Kakak nggak usah nangis lagi, kita sayang sama Kakak. Jangan nangis lagi ya, kak.”
“Terima kasih Tina. Kakak juga saying adek.” Balas Anti
Setiap hari Tina menjaga Kakaknya. Anti tidak mengizinkan Ibunya untuk berjaga. Hari itu terlihat senyum bahagia dari wajah mereka. Anti mengganggu Tina ketika sedang tertidur. Kadang-kadang jika ada tamu yang datang menjenguk Anti, dia selalu mengganggu Tina karena kebetulan yang datang menjenguk adalah laki-laki yang sudah lama mengagumi Tina.
“Mau datang jenguk yang pasien atau yang nungguin nih.” Anti berkata seraya merayu adiknya.
“Mau datang jenguk yang pasien atau yang nungguin nih.” Anti berkata seraya merayu adiknya.
Tina yang duduk di sampingnya menjadi tersipu malu, wajah manisnya berubah menjadi merah bak kepiting yang baru saja direbus. Begitulah kehidupan mereka sehari-hari selama berada di rumah sakit. Tak ada lagi tangis yang terlihat dari raut wajah mereka. Sang Ibu yang melihat merasakan bahagia yang sangat mendalam. Tak pernah terpikirkan bahwa kisah perjalanan hidup mereka akan seperti ini.
Keesokan harinya Anti memutuskan untuk ke luar dari puskesmas untuk menghirup udara segar di desanya. Mereka pulang dengan rasa bahagia. Dalam perjalanan tak sedetik pun Anti melepaskan Ibunya. Dia selalu memeluknya. Kadang-kadang ketika Anti melihat Ibunya kelelahan dia mencoba merayu Ibunya untuk beristirahat sekalipun Ibunya mengatakan bahwa dia tidak lelah. Meskipun demikian Ibu Yasmin tetap menuruti anaknya untuk beristirahat di sebuah warung untuk menikmati makan siang yang disajikan. Anti menyuapi Ibunya ketika makan. Orang-orang yang melihatnya turut bahagia dengan berubahnya Anti maka mereka tidak akan melihat Ibu Yasmin lagi tertatih-tatih untuk mencari biaya hidup mereka.
Anti yang dulunya pemalas kini menjadi tekun. Setiap pagi dia bangun untuk menyiapkan sarapan sebelum berangkat ke tempat pak Toni untuk bekerja. Perusahaan yang dia tempati bekerja dulu sudah bangkrut sehingga tak ada pilihan lain untuk tetap bekerja di ladang pak Toni. Anti pergi bekerja bersama dengan Tina. Ibu Yasmin ingin ikut tetapi kedua anaknya melarangnya untuk bekerja. Sebelum berangkat Tina dan Anti berpamitan kepada Ibunya sambil berkata.
“Ibu jaga kesehatan ya. Jangan lupa makan siang. Obatnya ada di meja. Kami berangkat kerja dulu. Setelah pulang nanti Anti bawain buah-buahan. Ibu nggak usah kerja apa–apa.”
“iya nak. Hati–hati ya kerjanya. Jangan berantem lagi. Ibu sayang kalian.”
Anti dan Tina bergantian menyalami Ibunya. Mereka pergi dengan hati gembira.
“Ibu jaga kesehatan ya. Jangan lupa makan siang. Obatnya ada di meja. Kami berangkat kerja dulu. Setelah pulang nanti Anti bawain buah-buahan. Ibu nggak usah kerja apa–apa.”
“iya nak. Hati–hati ya kerjanya. Jangan berantem lagi. Ibu sayang kalian.”
Anti dan Tina bergantian menyalami Ibunya. Mereka pergi dengan hati gembira.
Tak berapa lama kemudian mereka kembali ke rumah dengan membawa buah–buahan. Anti ingin membahagiakan dan menepati janjinya kepada Ibunya. Setiap harinya mereka selalu tertawa bersama. Mereka menjalani hari berikutnya dan seterusnya dengan penuh sukacita dan damai.
cerpenmu.com/cerpen-keluarga/perjuangan-seorang-ibu.html
Sabtu, 10 September 2016
Rindu.....
Rindu🍃
Apa yang menyedihkan tentang rindu?saat engkau merasakannya namun tak ada sedikitpun kerinduan yang ia rasakan untukmu
Apa yang menyakitkan tentang rindu?saat engkau bertahan untuk tetap merindukannya namun lagi,tak ada sedikitpun rasa rindu hanya untukmu
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika rasa itu berhasil memasuki relung hati serta berhasil mengganggu pikiranmu yang paling dalam dan saat itulah air mata datang tuk mengartikan arti rindu
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika engkau beranjak dari hidupnya namun tak ada alasan tuk beranjak dari cerita tentangnya walau hanya sebatas menjadi kenangan
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika engkau ingin bertutur sapa dengan nya namun jarak menjadi ujian untuk insan yang saling merindu
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika rasa rindu hanya memberi rasa sakit melebihi patah hati
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika namanya selalu menjadi isi di dalam do'a beserta harapan agar dapat bertemu atas izin darinya namun kesabaran dan mengikhlaskan kadang menjadi cerita akhir untuk merasakan rindu
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika rasa rindumu berpisah bukan karna jarak,namun berpisah karna sebuah takdir yaitu "kematian"bagaimana dan seberapa besar engkau menangis,memanggil,dan merindu untuknya?sayangnya,iya tak akan pernah kembali ke dunia🍃
-Sumber :Dunia jilbab
Apa yang menyedihkan tentang rindu?saat engkau merasakannya namun tak ada sedikitpun kerinduan yang ia rasakan untukmu
Apa yang menyakitkan tentang rindu?saat engkau bertahan untuk tetap merindukannya namun lagi,tak ada sedikitpun rasa rindu hanya untukmu
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika rasa itu berhasil memasuki relung hati serta berhasil mengganggu pikiranmu yang paling dalam dan saat itulah air mata datang tuk mengartikan arti rindu
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika engkau beranjak dari hidupnya namun tak ada alasan tuk beranjak dari cerita tentangnya walau hanya sebatas menjadi kenangan
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika engkau ingin bertutur sapa dengan nya namun jarak menjadi ujian untuk insan yang saling merindu
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika rasa rindu hanya memberi rasa sakit melebihi patah hati
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika namanya selalu menjadi isi di dalam do'a beserta harapan agar dapat bertemu atas izin darinya namun kesabaran dan mengikhlaskan kadang menjadi cerita akhir untuk merasakan rindu
Apa yang menyakitkan tentang rindu?ketika rasa rindumu berpisah bukan karna jarak,namun berpisah karna sebuah takdir yaitu "kematian"bagaimana dan seberapa besar engkau menangis,memanggil,dan merindu untuknya?sayangnya,iya tak akan pernah kembali ke dunia🍃
-Sumber :Dunia jilbab
Kamis, 08 September 2016
Kumpulan kata-kata yang memotivasi
Kata Kata Bijak
Orang yang kuat hatinya, Bukan mereka
yang tidak pernah menangis, Melainkan Orang yang tetap tegar ketika
banyak Orang menyakitinya.
Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tidak pernah melebihi batas kemampuan kamu.
Hargai dia yang membencimu, karena dia adalah penggemar yang telah menghabiskan waktunya hanya untuk melihat setiap kesalahanmu.
Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !
Jangan iri atas keberhasilan oranglain,
karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan ununtuk
mencapai keberhasilannya itu.
Jangan bandingkan orang yang mencintaimu dengan masa lalumu. Hargai dia yang kini berusaha membuatmu bahagia.
Wanita itu unik, mereka ingin kamu tahu bagaimana perasaannya tapi mereka tidak ingin mengatidakannya padamu.
Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.
Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!!
Janganlah kamu mencintai seseorang karena paras/wajahnya, hartanya dan jabatannya, tapi cintai karena kebaikan dan ketulusan hatinya karena diantara itu semua, hanya kebaikan dan ketulusan hatinya yang tetap abadi.
Datangilah sahabatmu di saat dia susah
dan lenyaplah di saat dia bahagia, karena sesungguhnya kamulah yang akan
diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya.
Ketika diri kita merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tidak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan.
Waktu adalah pedang, jika kamu bisa
menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi
jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.
Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sdarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menenuntukan kesuksesan atau kehancuran.
Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi.
Jika kamu memiliki keinginan untuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan ununtuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.
Seberat apapun harimu, jangan pernah biarkan seseorang membuatmu merasa bahwa kamu tidak pantas mendapat apa yang kamu inginkan.
Terkadang, kamu berusaha menghindari sesuatu, bukan berarti kamu membencinya. Kamu menginginkannya tapi kamu tahu bahwa itu salah.
Jangan tidakut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.
Tuhan tidakkan berikan cobaan melebihi kemampuanmu. Ketika putus asa, ingatlah, jika Tuhan memberinya padamu, Dia akan membantumu melewatinya.
Ketika seseorang yang sangat kamu
percaya mendustaimu, ketahuilah bahwa kamu tengah belajar ununtuk lebih
percaya pada dirimu sendiri.
Jangan terpuruk ketika kamu tengah berada dalam situasi terburuk. Tuhan memberikannya padamu, karena Dia ingin kamu lebih kuat dari sebelumnya.
Jika kamu berubah hanya karena ingin seseorang menyukaimu, maka kamu dicintai seseorang yang memang bukan dirimu.
Cinta tidak akan menuntut kesempurnaan, cinta akan memahami, menerima dan rela ununtuk berkorban. Karena cinta seharusnya membuatmu bahagia bukan terluka.
Ketika seseorang berusaha menjauhi
hidupmu, biarkanlah. Kepergian dia hanya membuka pintu bagi seseorang
yang lebih baik untuk masuk.
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tidak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan teruslah melangkah.
Perasaan yang paling berbahaya adalah iri, karena iri hati melahirkan kebencian dan kebencian akan membunuhmu perlahan.
Orang yang pantas ditangisi tidak akan membuatmu menangis, dan orang yang membuatmu menangis tidak pernah pantas buat kau tangisi.
Dalam kehidupan tiada yang abadi, karena ununtuk setiap ‘Selamat Datang’ akan selalu diakhiri dengan ‘Selamnat Tinggal’
Kamu bisa memiliki apa pun yang diinginkan jika kamu mampu menghilangkan keyakinan bahwa tdk mungkin mendapatkannya.
Wahai Yang Maha Lembut,manjakanlah
hatiku yang sendiri ini, bahagiakanlah aku dalam pernikahan yang penuh
cinta, yang mesra, yang setia.
Berhentilah mengkhawatirkan masa depan, syukurilah hari ini, dan hiduplah dengan sebaik-baiknya. Mario Teguh
Ketika kehadiranmu tidak dianggap, ketahuilah bahwa kamu sedang belajar tentang cara PEDULI.
Meratapi dan menyesali masa lalu tidak akan mengubah apa pun. Bangkit dan perbaiki setiap kesalahan yang ada.
Jangan berubah hanya karena ingin dicintai seseorang. Jadilah dirimu sendiri dan seseorang akan mencintai kamu apa adanya.
Mengemis cinta seseorang hanya membuatmu tidak berkualitas. Jika dia mencintaimu, kamu tidak perlu mengemis cintanya.
Kejahatan terencana adalah memberikan harapan palsu tanpa ada rasa cinta.
Percayalah, cinta sejati akan menjadi milikmu ketika kamu dan dia mampu SETIA.
Jika kekasih yang pas-pasan saja tidak kau dapatkan, berarti ada yang kau lakukan yang menurunkan daya tarikmu. Mario Teguh.
Mengeluh hanya melahirkan rasa kasihan buka cinta.
Tersenyumlah jika kamu dihina karena itu tanda sebentar lagi kamu akan ditinggikan. Tuhan Maha Adil.
Jika kalian gagal mendapatkan sesuatu, maka hanya satu hal yang harus kalian lakukan, coba lagi!
Jika kalian memiliki keinginan untuk
memulai, maka kalian juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk
menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.
Ada yang layak diberikan kesempatan kedua. Ada yang layak dimaafkan tapi tidak perlu diberi kesempatan kedua.
Wanita itu unik, mereka ingin kita itu tau bagaimana perasaannya tapi mereka tidak ingin mengatakannya.
Jika Anda gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus Anda lakukan, coba lagi!!!!
Waktu adalah pedang, jika kamu bisa
menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi
jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.
Jika kamu memiliki keinginan tuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.
Jangan takut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.
Jika kamu berubah hanya karena ingin seseorang menyukaimu, maka kamu dicintai seseorang yang memang bukan dirimu.
Lebih baik digigit oleh seorang sahabat daripada dicium oleh seorang musuh.
Jangan pernah anda menggunjingkan orang lain, karena akan lebih baik mulai untuk merencanakan dan melakukan apa yang menjadi tujuan anda.
Kehidupan ini hanyalah sebuah perjalanan, Allah dan surga-Nya lah tujuan kita yang paling utama.
Tidak ada seorang pun yang akan membuatmu kecewa kecuali kamu sendiri yang mengizinkannya.
Kita tidak akan pernah mencapai kesuksesan sejati kecuali kita menyukai apa yang kita kerjakan.
Mengucapkan kata-kata lebih mudah dibanding bertindak. Karenanya orang yang bijak adalah orang yang mampu mebuktikkan ungkapannya.
Hidup itu sederhana, namun seringkali kita lah yang membuatnya menjadi sulit.
Jika manusia berusaha melawan hukum alam, maka ia akan menghancurkan dirinya sendiri.
Cobalah untuk belajar sesuatu tantang segala sesuatu dan segala sesuatu tentang sesuatu
Hidup adalah suatu tantangan yang harus dihadapi dan Perjuangan yang harus dimenangkan.
Karena harapan mampu melihat bahwa ada seberkas cahaya dibalik pekatnya kegelapan.
Berjalanlah dengan sebuah “harapan” di hati anda, maka anda tidak akan pernah berjalan sendirian.
Pahitnya hidup itu memang nyata, namun begitupun dengan adanya harapan yang selalu nyata dalam hidup.
Ketika kamu memulai dengan percaya, melangkah dengan keyakinan, maka percayalah kamu tidak akan pernah kehilangan harapan.
Orang tidak akan mengingat hari, tetapi yang diingat adalah momen penting dan berkesan.
Kalau masa depanku gelap, jelas lebih baik aku menghadapinya layaknya seorang laki-laki, daripada berusaha mencerahkannya dengan imajinasi-imajinasi yang sia-sia.
Hidup adalah serangkaian peristiwa alami
dan spontan. Jangan melawan kehidupan yang hanya akan menciptakan
kesedihan. Biarkan realitas menjadi kenyataan. Biarkan semuanya mengalir
secara alami.
Hidup adalah Kesusahan yang harus diatasi. Rahasia yang harus digali. Tragedi yang harus dialami. Kegembiraan yang harus dibagikan. Cinta yang harus dinikmati, dan Tugas yang harus dilaksanakan.
http://www.diakui.com/kata-kata-bijak
Langganan:
Komentar (Atom)





